Yohanes Surya

Lebih jauh dengan : Yohanes Surya

Yohanes Surya adalah Fisikawan pendidik dan peneliti ini telah merintis jejak bagi murid cemerlang sekolah menengah Indonesia terpajang pada komunitas fisika pemula antarbangsa melalui Olimpiade Fisika Internasional dan kompetisi riset fisikawan muda beraras dunia: The First Step to Nobel Prize in Physics.

Beliau yang baru-baru ini didaulat memimpin pusat penelitian nanoteknologi dan bioteknologi, dua bidang ilmu di gerai perbatasan, yang  dibuka di Karawaci, Tangerang: The Mochtar Riady Center for Nanotechnology and Bioengineering.

Cita-citanya dengan itu adalah mempersiapkan peneliti Indonesia meraih Nobel tahun 2020.

Peran pembuka jalan itu menutup peluang pria kelahiran Jakarta 6 November 1963 ini berkiprah dalam fisika nuklir, yang ia tekuni di Jurusan Fisika College of William and Mary, Virginia, AS hingga mendapat PhD (1994) dengan summa cum laude.

Menyuntik optimisme adalah bagian dari retorikanya ssetiap mengajar di pusat pelatihan Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Karawaci. Memimpin TOFI sejak ikut Olimpiade Fisika Internasional (1993), Yohanes Surya berhasil menyemai 55 pelajar SMU berbagai kota Indonesia (setiap tahun Indonesia mengutus lima peserta) bertanding fisika yang diadakan di Amerika, Asia, Australia, dan Eropa dengan hasil mengagumkan.

Sejak pertama ikut, langsung mendapat perunggu, Indonesia tak pernah berhenti membawa pulang penghargaan dari sana. Yohanes baru lega ketika tahun 1999 di Padova, Italia, peserta Indonesia mulai mendulang medali emas dari kompetisi yang menyertakan hampir 100 negara itu.

Sukses itu tak berhenti di sini. Pengalaman mengikuti olimpiade dengan prestasi membanggakan itu memudahkan Yohanes menghubungi perguruan tinggi papan atas AS melamar tempat belajar sekaligus beasiswa bagi alumni TOFI. Tak kurang Universitas Princeton memilih satu orang, Institut Teknologi Massachusetts (MIT) menerima tiga orang, Universitas Stanford mengundang satu orang, dan Institut Teknologi California (Caltech) memanggil satu orang. Belum lagi universitas bagus Amerika lain.

Dua di antaranya sedang dibimbing fisikawan penerima Nobel. Oki Gunawan, anggota TOFI 1993, kini dibimbing Daniel Chee Tsui di Princeton. “Kalau sudah dibimbing pemenang Nobel, riset mereka nanti tak mungkin kelas kacangan,” kata dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan ini. “Itu yang membuat saya makin optimistis, Indonesia tak lama lagi meraih Nobel.”

Di dalam negeri, fisikawan yang lulus sarjana di UI tahun 1986 itu dengan senang hati memenuhi undangan pemerintah daerah hampir semua provinsi untuk menatar dan melatih guru fisika SLTP dan SMU. Perjalanannya ke daerah membuka jaringan yang memungkinkannya mengindrai murid pandai untuk ia rekrut entah buat TOFI entah buat lomba lain.

Jaringan dengan daerah itu kemudian membuka jalan baru bagi Yohanes mencari anak jenius yang tersebar di seantero negeri. Di Yogyakarta ia menemui Indranu, putra sepasang dosen UGM, yang dalam usia sembilan sudah akrab dengan persamaan relativitas umum Einstein. Sempat mengalami kesulitan sebelum bertemu dengan Yohanes, Indranu kini mahasiswa teknik  di UGM tapi, kata Yohanes, “Dia sudah bikin 15 makalah relativitas umum, kuantum gravitasi, dan superstring yang ia pelajari sendiri dan dinilai berkelas doktor oleh guru besar fisika Swedia.”

Seakan merupakan kehendak sejarah bahwa ia pembuka jalan di jagat fisika, terbuka lagi kesempatan baginya menjadi fisikawan rombongan pertama yang membawa ekonofisika, cabang ilmu yang mengawinkan fisika dan ekonomi, di Indonesia. Bidang ini akan jadi pilihan kajian bagi mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan, yang didirikan tahun 2003 di mana ia duduk sebagai dekan.

Semangatnya menyelenggarakan pelatihan khusus fisika di Karawaci yang makan waktu satu sampai dua tahun itu bukannya tak mengundang kritik. Guru besar fisika ITB, Tjia May On, saat Olimpiade Fisika Internasional di Nusadua, Bali, mengingatkan sukses Indonesia dalam lomba ini tak dapat dijadikan ukuran keberhasilan pengajaran fisika di sini. Masalahnya, peserta olimpiade Indonesia mendapat perlakuan khusus dengan latihan ketat, sementara Amerika-yang tak sesukses Tiongkok atau Indonesia dalam peristiwa itu-mengandalkan muridnya dari sekolah biasa saja.

Sabtu, 20 Maret 2004 Yohanes Surya dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Fisika UPH. Dialah fisikawan Indonesia yang masuk jajaran ilmuwan “selebritis” di sini. Selain dikenal khalayak lantaran kadang muncul di televisi, juga karena tulisan populernya yang tak terhitung di koran-koran. Penjelasan singkatnya tentang peristiwa fisika dalam format kartun disiarkan beberapa koran dan telah diterbitkan sebagai buku.

Berikut hasl percakapan :

TENTANG apa pidato pengukuhan Anda?

Sederhana ke Kompleks: balik setiap sistem kompleks, pasti ada Dalam matematika kita tahu, grafik rumit ditata oleh aturan sederhana. Yang paling bersahaja tentulah Hukum Gravitasi Newton. Sangat bersahaja, tapi menjelaskan gerak benda langit yang begitu p dalam di fisika>

Ada contoh dari bidang keuangan. Sistem saham yang ruwet didasari oleh suatu konsep yang dikembangkan tahun 1990an. Namanya pengaturan diri sendiri. Konsep ini kemudian jadi bahasan utama saya dalam orasi kemarin, yang ternyata banyak saya jumpai dalam pengalaman sebagai fisikawan pendidik.

Apa itu pengaturan diri sendiri?

Gagasannya dari tumpukan pasir. Misalkan kita menumpuk pasir. Begitu mencapai ketinggian dan kemiringan tertentu, pasir yang kemudian kita tambahkan dari atas tumpukan itu akan berusaha mengatur diri sendiri sehingga kemiringannya selalu sama dengan kemiringan tadi.

Rupanya ada semacam pengaturan di alam: setelah mencapai keadaan kritis, suatu sistem akan mengatur diri sendiri. Yang menarik, proses pengaturan itu mengikuti hukum pangkat. Kalau divisualkan, hukum pangkat itu begini: beberapa elemen punya nilai tinggi, tapi bagian terbanyak dari elemen di dalam sistem itu mendadak bernilai kecil. Di alam hukum pangkat ini menguasai banyak bidang.

Mahasiswa saya bikin tesis mengenai demografi dan menemukan penyebaran penduduk Indonesia itu mengikuti hukum pangkat. Artinya apa?

Ada pengaturan diri sendiri dalam penyebaran penduduk. Orang akan mengorganisasi diri menuju tempat yang memberi keuntungan. Tempat seperti itu penuh dan hanya beberapa jumlahnya di tiap provinsi. Sebagian besar tempat lain yang sulit mendulang keuntungan langsung sepi.

Berlaku di seluruh daerah?

Ya. Tesis ini menjelaskan mengapa transmigrasi gagal. Begitu kita memindahkan sejumlah orang ke suatu tempat, mereka akan mengorganisasi diri. Bila tempat itu tidak menguntungkan, mereka akan kembali. Jadi, program transmigrasi tak terlalu bagus di sini.

Kecuali kalau dibuat daerah itu menarik dan mendatangkan uang?

Ya, itu mungkin bisa. Hasil pemilu kemarin mengikuti hukum pangkat juga. Kami sudah bikin analisis bagaimana korelasi antara partai dan jumlah pemilih. Yang paling tinggi: Golkar dan PDI-P. Perolehan partai lain langsung drop dan mengikuti hukum pangkat. Mengapa? Karena orang akan mengatur diri sendiri memilih mana yang menurut pikirannya sesuai dengan kemauannya.

Kalau diberi kebebasan, dia akan mengikuti hukum pangkat. Kalau ada rekayasa?

Ha-ha-ha. Itu enggak bisa. Makanya saya bilang, pemilu ini demokratis karena mengikuti hukum pangkat. Orang mengatur dirinya sendiri. Partai mana yang menang? Yang paling banyak kampanye dan paling memengaruhi orang.

Mengapa memilih topik ini?

Karena sekarang saya bekerja dalam ekonofisika. Saya mau analisis sosial itu lebih ke arah sistem kompleks.

Bagaimana menjelaskan pelatihan khusus yang Anda adakan untuk mengikuti olimpiade fisika dikaitkan dengan konsep mengatur diri sendiri? Amerika mencomot peserta dari sekolah saja.

Saya sebenarnya hanya memengaruhi siswa supaya dapat mengorganisasi diri dalam arti, mengatur diri sendiri untuk belajar dengan baik. Di Amerika kesadaran belajar sendiri sudah begitu besar. Walau enggak disuruh, orang belajar sendiri.

Di pelatihan itu saya sebetulnya cuma memfasilitasi. Anak belajar sendiri. Kami kasih buku supaya mereka mengatur diri sendiri dan mencapai hasil maksimal. He-he-he. Menurut saya, pelatihan itu enggak salah. Sekolah itu sama saja dengan pelatihan sebab di sekolah orang dilatih juga.

Kapan mengikuti pola Amerika?

Ke depan arah kita akan ke situ. Sekarang saya menulis buku latihan. Enam dari 16 buku yang saya rencanakan sudah jadi. Sepuluh sedang saya rapikan. Isinya soal dan penyelesaian bahan yang diujikan di olimpiade, serta soal mekanika dan elektromagnetik.

Kami akan sebarkan buku yang rencananya selesai tahun 2005 itu ke seluruh Indonesia. Semua orang bisa dapat, bisa belajar sendiri. Pada saat itu kompetisinya benaran. Target saya tahun 2006, Indonesia juara dunia. Nanti kita lihat hukum pangkat akan berlaku sebab setelah juara dunia, saya mau murid mengatur dirinya sendiri.

Jadi, enggak ada lagi pelatihan?

Tetap ada. Cuma beberapa bulan.

Orangtua anak jenius yang anaknya pernah Anda latih tak setuju Anda terlalu memaksa anak bekerja keras. Sudah pintar kenapa usaha harus luar biasa?

Sebab bakat enggak cukup. Harus kerja keras. Saya tidur tiga sampai empat jam sehari. Saya kerja keras: menulis, bikin video untuk memudahkan pengajaran fisika, mempersiapkan kuliah, dan merancang soal untuk pelatihan. Tidur pukul satu. Pukul empat pagi sudah bangun.

Saya melihat ternyata untuk meraih Nobel, enggak perlu pintar. Memang banyak yang pintar seperti Feynman, Gell-Man, atau Schwinger. Itu kan jenius. Top-toplah.

Tapi, ada juga yang tak terlalu pintar seperti Masatoshi Koshiba yang dapat Nobel tahun 2002. Dia itu semula tak diterima di universitas karena nilainya jelek. Profesor yang menguji kasih rekomendasi untuk dibawa Koshiba kepada profesor lain. Bunyinya “Saya tak kasih rekomendasi, tapi kalau Anda mau terima, silakan”. Ternyata dia dapat Nobel. Karena kerja keras. Cerita seperti ini tak hanya dari satu pemenang Nobel.

Yang menarik juga adalah peran orangtua. Kebanyakan orangtua peraih Nobel itu memberi perhatian kepada anaknya supaya bisa berkembang. Orangtua Feynman mengarahkannya jadi fisikawan sejak SD. Terus Hooft. Orangtuanya memberi dia sejak kecil permainan yang mengasah logika.

Daniel Chee Tsui; orangtuanya buta huruf dan tinggal di desa. Mereka berkorban jual rumah supaya bisa menyekolahkan anak ke luar negeri.

Tapi, Feynman banyak main?

Ya, main waktu senggang. Selagi mahasiswa dan saat meneliti dia bekerja mati-matian. Belajar sampai pagi. Berpikir tanpa berhenti. Gell-Mann begitu juga. Menghitung dan menghitung terus, berpikir dan berpikir terus, sampai menemukan sesuatu.

Saya sering cerita bagaimana orang berpikir terus sampai menemukan sesuatu. Kalau seorang berpikir terus, menurut fisikawan Helmholtz, dia akan mengalami tiga fase. Pertama, fase inkubasi. Kedua, fase saturasi. Ketiga, fase pencerahan. Jadi, setelah jenuh sekali, dia tercerahkan. Pada masa pencerahan itu bisa keluar ide luar biasa yang bisa terucapkan tanpa sadar.

Gell-Mann menyebut sembarang saja tanpa sadar mengenai isospin pecahan pada sebuah ceramah di Princeton, padahal itulah yang selama ini dia cari. Berkat temuan itu dia dapat Nobel.

Saya sadar kalau enggak kerja keras, enggak ada apa-apanya. Kalau saya mau berarti, harus lebih dari pemenang Nobel itu, dong. Memang bakat bisa mendorong.

ANDA selalu menyebut tahun 2020, Indonesia meraih Nobel. Kenapa begitu antusias?

Karena dengan Nobel, Indonesia bisa lebih maju. Coba lihat Pakistan. Negara itu miskin. Sekarang orang bilang sains di Pakistan itu bagus karena ada Abdus Salam yang dapat Nobel. Jadi, Nobel semacam simbol yang akan menarik orang.

Orang Pakistan sekarang tertarik pada fisika karena Salam?

Betul, ada hubungannya. Karena dengan itu, Salam dapat menarik fisikawan Pakistan yang dia bimbing untuk bekerja dengan koleganya pemenang Nobel atau fisikawan di berbagai tempat sekelas Nobel.

Maksud Anda membentuk jaringan?

Persis. Seperti kita sekarang. Dengan bertahun-tahun dapat medali di olimpiade, kita punya tiga mahasiswa S1 di MIT, selain di Stanford, Caltech, dan Princeton. Hebat-hebat. Nilai mereka tinggi. Saya tanya, “Kok bisa?” Mereka bilang pelajaran tingkat 1 dan 2 terlalu gampang, jadi ada yang langsung ambil kuliah semester 9.

Evelyn, angkatan 2002 TOFI, di Stanford sekarang dibimbing Douglas Osheroff yang dapat Nobel 1996. Dia dipilih karena nilainya terlalu tinggi. Jadi, murid yang saya lihat bakal dapat Nobel kini diasuh peraih Nobel. Karena sudah jadi murid peraih Nobel, dia akan kecipratan cara berpikirnya. Nah, inilah yang kita harapkan dapat Nobel di masa mendatang.

Asuhan Anda pada maju, sementara Anda jadi pelatih. Tampaknya mengorbankan diri?

Saya mediator, fasilitator, dan merasa diciptakan untuk itu. Kalau Yohanes Pembaptis menyiapkan jalan bagi Yesus; Yohanes Surya membuka jalan untuk Nobel. Ha-ha-ha. Saya sudah bahagia dengan posisi ini. Mungkin ini peran saya. Saya pikir ini panggilan pribadi

Pernah merasa kesepian karena mengurus ini sendiri?

Sebenarnya saya menikmati. Saya tidak sendirian banget. Banyak orang mendukung. Setiap tahun banyak hal aneh terjadi. Selalu ada yang bantu menyediakan dana, sejak saya pimpin TOFI tahun 1993 sampai sekarang. Mulai orangtua murid, Radius Prawiro, Mochtar Riady, sampai Departemen Pendidikan Nasional yang kini menyerap olimpiade sebagai program nasional. Sambil itu, saya membuka bidang yang frontier.

Bidang apa itu?

Nanoteknologi, suatu teknologi di mana kita memanipulasi atom atau molekul untuk menghasilkan produk baru tapi terdepan. Mochtar Riady mengajak saya membangun pusat riset nanoteknologi dan bioteknologi di Karawaci.

Yang termasuk nanoteknologi di pusat ini adalah terapi genetika dan manipulasi atom. Ke depan, dengan manipulasi atom ini, orang memperkirakan dapat mengubah batubara jadi emas sebab dengan mengubah kedudukan atom-atom pada molekul batubara, ia bisa jadi emas.

Di bidang bioteknologi, nanoteknologi itu mengubah gen-gen. Kita bisa dapat tanaman yang jauh lebih bagus. Pengobatan kanker sekarang melalui nanorobot. Di Amerika sudah diusahakan bagaimana robot membawa obat kanker ke sasaran yang tepat

Kedua bidang ini, nanoteknologi dan rekayasa genetika, sangat frontier. Mochtar Riady bilang mau mendirikan pusat nanoteknologi. “You mau pimpin enggak,” katanya. Kita mau Indonesia bisa bermain di atas juga. Saya bilang ok

Siapa yang akan bergabung?

Saya kumpulin tokoh terkenal di bidang ini dari AS, Jerman, Jepang, dan pemenang Nobel, Calude Cohen Tannoudji. Saya kontak dengan beberapa teman. Felix Mesak, orang Indonesia peneliti di Pusat Terapi Kanker Ottawa, yang menemukan obat kanker. Dia sangat terkenal, penilai untuk jurnal nanoteknologi yang amat prestisius. Kemudian Sinta Limantara dari Satya Wacana yang ahli dalam pemanfaatan klorofil dan dapat Hadiah Humboldt dari Jerman. Juga Kebamoto dari UI.

Bagaimana dengan laboratorium?

Akan dibangun di Karawaci. Laboratorium yang sangat canggih. Mahal, tapi (Pak) Mochtar sudah siap sebab dia ingin di masa tuanya ingin menyumbangkan sesuatu buat ilmu pengetahuan. Ini akan jadi tempat buat orang Indonesia menemukan hal-hal hebat, satu jalan untuk dapat Nobel entah fisika, kimia, biologi karena ketiga bidang ini jadi dasarnya.

SEHARI-HARI bekerja dengan fisika, Yohanes Surya memperistri Christina yang tidak mendalami bidang ini. Dia sarjana bahasa Inggris. Bertemu pertama kali di gereja 15 tahun silam, pasangan ini dikaruniai tiga putri: Chrisanthy Rebecca Surya (14), Marie Felicia Surya (5), dan Marcia Ann Surya (6 bulan).

Anak Anda ketularan fisika?

Chrisanthy kelihatannya ketarik sama fisika. Dia siswi SMP, tapi banyak baca buku fisika universitas.

Anda paksa dia?

Bukan. Mungkin karena banyak ketemu dengan anak-anak olimpiade. Itu mungkin yang saya sebut tadi self organizing, mengatur diri sendiri. He-he-he. Jadi, dia kepengaruh. Mungkin pikirannya orang lain bisa, kok saya enggak bisa. Dia mau belajar, mau tunjukin ke saya.

Anda membimbing dia?

Secara khusus enggak. Kalau ada pertanyaan, saya layani. Kelihatan dia mau belajar. Yang kedua masih 5 tahun. Mungkin karena self organizing juga, lihat kakaknya, dia mau belajar juga. Ha-ha-ha. Saya mulai dengan matematika SD, pelajaran kelas tiga.

Sumber : Kompas (16 Mei 2004)

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

TIPS MENGHADAPI DAN MENGIKUTI UN

10 TIPS MENGHADAPI UN

1. Belajar dengan tekun.

2. Mengulangi mata pelajaran.

 3. Bertanya kepada teman sejawat, orang tua atau guru jika ada materi pelajaran yang belum dipahami.

 4. Percaya diri. Percaya dengan kemampun diri sendiri. You can if you think you can.

5. Mencoba mengerjakan soal-soal ujian tahun yang lalu.

6. Berlatih menjawab soal-soal latihan yang ada di dalam buku pelajaran.

7. Berpikir positif

8. Bersikap sportif. 9

. Menjaga kesehatan dengan cukup istirahat, olah raga, dan makan secara teratur.

10. Berdo’a kepada Allah

11 TIPS MENGIKUTI UN

1. Datang ke tempat ujian, sebelum waktu ujian dimulai untuk menyesuaikan diri dengan situasi ujian.

2. Pastikan kartu ujian dan alat tulis yang diperlukan telah anda bawa.

3. Mulailah dengan berdo’a kepada Allah supaya dimudahkan dalam menjawab soal ujian.

4. Sebelum mengerjakan soal, baca dengan teliti petunjuk mengerjakan soal ujian.

5. Tulis identitas pribadi anda dengan sempurna, sesuai dengan petunjuk pengisian.

6. Kelola waktu dengan bijak.

7. Kerjakan lebih dahulu soal yang mudah, baru soal yang sulit.

8. Jawab semua soal ujian.

9. Jujur dan tidak menyontek.

10. Jangan terburu-buru meninggalkan ruang ujian.

11. Cek dan recek kembali jawaban anda sebelum meninggalkan ruang ujian.

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Permendiknas tentang UN Tahun 2010/2011 dan POS UN tahun 2010/2011

Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas PERMEN no 46 th 2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA telah ditanda tangani oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dan berarti UN 2011 positif digelar.

POS UN tahun 2010/2011 dapat didownload di sini

Bagi yang membutuhkan salinan Permen Nomor 45/2010 tentang Kriteria kelulusan peserta didik pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2010/2011 silahkan download di sini.

Bagi yang ingin memiliki salinan PERMEN no 46 th 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun pelajaran 2010/2011 silahkan download di sini

Lampiran Permendiknas No 46 tahun 2010 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011 silahkan download

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Islamic Calendar

Posted in Perkakas | Tinggalkan komentar

PERUNDANG-UNDANGAN DALAM PENDIDIKAN

Berikut ini beberapa perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan yang dapat didownload:

  1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS
  2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  3. PP Nomor19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  5. PP Nomor 41 Tahun 2009 TUNJANGAN GURU DAN DOSEN
  6. Perpres Nomor 52 Tahun 2009 tentang Tambahan Penghasilan Guru
  7. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi SMP
  8. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang SKL (SKL 2 MAPEL SMP-MTs)
  9. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI & SKL dan Permendiknas Nomor 6 tahun 2007 tentang Perubahan Permendiknas Nomor 24 -2006
  10. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah dan Lampiran Permendiknas No.13 Tahun 2007
  11. Permendiknas No.24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasaran dan Lampiran Permendiknas No.24 Tahun 2007
  12. Permendiknas No.19 Tahun 2007-Standar Pengelolaan
  13. Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang kualifikasi_akademik_dan_kompetensi_guru
  14. Permendiknas No. 20 tahun 2007-Standar Penilaian Pendidikan
  15. Permendiknas No.41Th.2007 tentang Standar Proses
  16. Permendiknas No.39 tahun 2008_Pembinaan Siswa
  17. Peraturan Pemerintah No.47 tahun 08-Wajib Belajar
  18. Permendiknas No.24 Tahun 2008 ttg Standar Tenaga Administrasi Sekolah
  19. Permendiknas No.25 Tahun 2008 ttg Tenaga Perpustakaan Sekolah
  20. Permendiknas No.26 Tahun 2008 ttg Standar Tenaga Laboratorium Sekolah
  21. Permendiknas No.27 Tahun 2008 ttg Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Konselor
  22. Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 – Sertifikasi Guru dalam Jabatan
  23. Permendiknas No.39 tahun 2009 _ Pemenuhan Beban Kerja Guru
  24. Permendiknas-n0-63-tahun-2009-tentang-penjaminan-mutu
Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Islamic Calendar

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

UJIAN NASIONAL TAHUN 2010

 

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2009/2010 tetap dilaksanakan berdasarkan Permendiknas No.75 Tahun 2009 yang diperbaruhi lagi dengan Permendiknas No.84 Tahun 2009. BSNP juga sudah menerbitkan POS Ujian Nasional Tahun 2010. Ini merupakan kabar baik ditengah gunjang ganjing mengenai UN ini, walaupun masih ada kalangan tertentu yang menolak adanya UN, tetapi pemerintah menilai UN tetap dibutuhkan untuk mengetahui kualitas pendidikan Indonesia secara Nasional. Permendiknas No.75, Permendiknas No.84 dan POS UN 2010 dapat didownload di berikut ini:

Posted in Dari redaksi | Tinggalkan komentar

Seratus tahun karya jenius Einstein

Seratus tahun karya jenius Einstein
-

Di abad teknologi sekarang ini, tentunya amat sulit dibayangkan, bagaimana jika tidak ada teori relativitas umum dari Einstein. Tidak ada yang dapat membayangkan skenarionya, karena segala kemungkinan terbuka.

Skenario paling mengerikan, mungkin saja perang dunia kedua tidak dimenangkan sekutu tapi oleh NAZI Jerman. Karena pembuatan bom atom pertama tidak dilakukan di Amerika Serikat, melainkan di Jerman, karena Einstein ketika itu adalah warga Jerman. Mungkin tidak ada misi ke bulan atau ke planet lainnya di tata surya. Atau juga tidak akan ditemukan radio, televisi, komputer dan internet, jika manusia tetap berpatokan pada hukum fisika klasik.

Tepat 100 tahun yang lalu, Albert Einstein yang ketika itu baru berusia 26 tahun, berturut-turut mempublikasikan lima karya ilmiahnya yang mengubah dunia. Mula-mula karya Einstein muda, yang ketika itu bekerja sebagai pegawai jawatan paten di Bern, Swiss dipandang dengan sebelah mata. Ceramah ilmiah pertamanya, menyangkut teori yang merupakan cikal bakal teori relativitas umum, hanya dihadiri oleh tiga orang sahabatnya dari jawatan paten di Bern. Akan tetapi, lima karya ilmiah Einstein yang dipubilkasikan berturut-turut pada tahun 1905, ternyata mampu membuat tiga kali terobosan besar dalam ilmu fisika.

Atom, cahaya dan ruang-waktu

Tiga teori fisika, mengenai atom, cahaya serta sifat ruang-waktu, secara radikal berubah setelah Einsten mempublikasikan karya ilmiahnya. Pada tahun 1905, para ahli ilmu pengetahuan masih terus bersengketa mengenai sifat-sifat atom. Bahkan ada ilmuwan yang meragukan, bahwa atom itu eksis. Pada awal abad ke 20, para ilmuwan juga sedang memperdebatkan hasil penelitian ahli botani Skotlandia, Robert Brown pada tahun 1827, mengenai gerakan dari partikel yang mengambang, yang diamatinya melalui mikroskop. Einstein menulis teori, bahwa gerakan partikel yang diamati Brown, adalah sifat dari atom-atom yang tidak kelihatan, yang bergerak akibat perubahan temperatur. Untuk mudahnya, teori ini disebut teori kinetika-molekuler.

Teori Einstein mengenai sifat atom dan kinetika-molekuler, dapat dibuktikan pada tahun 1908 oleh Jean-Baptiste Perrin ilmuwan terkemuka dari Universitas Sorbonne di Paris. Dengan begitu, tidak ada keraguan lagi mengenai eksistensi atom serta molekul. Untuk karyanya menjelaskan gerakan Brown saja, Einstein sudah memantapkan satu posisi dalam seharah ilmu fisika, demikian kata ilmuwan Roger Penrose dari Universitas Oxford. Akan tetapi, satu karya yang amat bersejarah, yang mengukuhkan keberadaan atom, ternyata tidak cukup untuk membuahkan hadiah Nobel baginya.

Teorinya mengenai dimensi molekuler, yang merupakan penghitungan besar dan jumlah molekul di dalam benda cair, berdasarkan sifat, kekentalannya serta kecepatan diffusinya. Dengan menggunakan teori hidrodinamik klasik serta teori diffusi, Einstein menunjukan bahwa dengan pengukuran kekentalan cairan, yang merupakan friksi antar molekul di dalam cairan, dapat dihitung volume keseluruhan dari molekul yang diuraikan. Dengan begitu, dapat dihitung konstanta Avogadro maupun besar dari molekulnya. Teorinya mengenai dimensi molekuler, ditulis dalam makalah ilmiah setebal 18 halaman, yang berisi sekitar 40 rumus matematika, kimia dan fisika.

Teori relativitas khusus

Karya besar ketiga, yang dilansir Einstein pada tahun 1905 adalah apa yang disebut teori elektrodinamika benda yang bergerak, yang kemudian dijuluki sebagai teori relativitas khusus. Karya ilmiahnya, terutama hendak menjawab pertanyaan, apakah prinsip relativitas dalam mekanika, yang dicetuskan Galileo Galilei dapat diberlakukan secara umum pada seluruh hukum fisika? Untuk menjawab pertanyaan ini, Einstein memanfaatkan teori elektro-dinamika dari Maxwell, untuk menemukan batasan dari mekanika Newton. Dengan itu Einstein membenturkan kedua teori, yakni mekanika klasik dengan teori elektro-magnetisme.

Dengan itu, Einstein hendak menunjukan, bahwa kerangka fisika dan mekanika klasik yang berbasis ruang dan waktu absolut, yang secara matematik dituliskan sebagai transformasi Galilei, tidak berlaku dalam kecepatan amat tinggi. Dengan itu, Einstein juga sekaligus membantah teori dari Heinrich Hertz mengenai medium yang disebut ether pembawa cahaya, dimana gaya listrik dan gaya magnet tidak dapat melampaui batasan ruang. Dengan teori relativitas khusus, Einstein menunjukan teori ini tidak lagi berlaku. Sebab dengan teori barunya, Einstein menunjukan tidak ada waktu absolut, akan tetapi hanya ada ruang- waktu yang tergantung dari relasi-sistem.

Dengan kata lain, dalam ruang-waktu yang memuai secara cepat, pengukur waktu yang bedetik cepat-pun akan berjalan lebih lambat. Effek yang diramalkan Einstein dalam teori elektro-dinamika benda bergerak itu, kemudian terbukti dalam percobaan di laboratorium menggunakan jam atom, serta dalam pengamatan waktu paruh dari partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Teori relativitas umum

Sebagai lanjutan dari teori ini, pada tahun 1915 Einstein mempublikasikan karya yang keempat, yakni kaitan antara materi dan energi. Dalam teorinya yang amat terkenal, Einstein memformulasikan, bahwa massa sebuah benda merupakan ukuran dari energi yang dikandungnya.

Dalam karya ilmiah yang hanya terdiri dari tiga halaman cetak, Einstein menyimpulkan konsekuensi paling penting dari seluruh teori relativitas. Apa yang disebut teori relativitas umum Einstein, dirumuskannya dalam formulasi, energi dari sebuah benda adalah beratnya dikalikan kecepatan cahaya pangkat dua atau disederhanakan menjadi E samadengan M dikalikan C kuadrat. Dimana E adalah simbol untuk energi, M untuk massa dan C untuk kecepatan cahaya. Teori reletivitas umum Einstein dapat dibuktikan 15 tahun kemudian, yakni tahun 1930 dengan ditemukannya energi ikatan antara Proton dan Neutron di dalam inti atom.

Berlandaskan teori relativitas umum Einstein, juga dapat direkayasa fusi inti atom, yang melahirkan energi atom sekaligus bom atom yang amat mengerikan. Sejauh itu, ternyata keempat karya paling hebat yang mengubah ilmu fisika secara mendasar itu, tidak dihargai secara layak oleh komite Nobel. Barulah karya kelima Einstein, mengenai penciptaan dan perubahan sifat cahaya, yang merupakan landasan teori fisika quantum, dihadiahi Nobel untuk fisika pada tahun 1921. Dengan teorinya ini, Einstein memberikan jawaban atas pertanyaan, apakah energi cahaya atau medan elektro-magnet betul-betul terbagi secara merata di alam semesta. Teori fisika quantum dari Einstein membuka landasan penting berikutnya, dalam penelitian alam semesta dan astro-fisika. Dengan berbagai landasan terpenting ilmu fisika sepanjang abad, memang tidak berlebihan, jika tahun 2005 ini di Jerman dicanangkan sebagai tahun Einstein.

Sumber : Deutsch Welle

Posted in Uncategorized | Tagged | Tinggalkan komentar

Archimedes

Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM – 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Penemuannya

Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati.

Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.

Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

sumber : id.wikipedia
rchimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM – 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Penemuannya

Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, “Eureka! Eureka!” yang artinya “sudah kutemukan! sudah kutemukan!” Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati.

Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.

Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

sumber : id.wikipedia

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Isaac Newton

Sir Isaac Newton, (4 Januari 1643 – 31 Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan juga ahli kimia yang berasal dari Inggris. Beliau merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika modern.

Dengan berbagai hasil karya ilmiah yang dicapainya, Newton menulis sebuah buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, dimana pada buku tersebut dideskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya, dimana benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi. Bekerja sama dengan Gottfried Leibniz, Newton mengembangkan teori kalkulus. Newton merupakan orang pertama yang menjelaskan tentang teori gerak dan berperan penting dalam merumuskan gerakan melingkar dari hukum Kepler, dimana Newton memperluas hukum tersebut dengan beranggapan bahwa suatu orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran sempurna (seperti elipse, hiperbola dan parabola). Newton menemukan spektrum warna ketika melakukan percobaan dengan melewati sinar putih pada sebuah prisma, dia juga percaya bahwa sinar merupakan kumpulan dari partikel-partikel. Newton juga mengembangkan hukum tentang pendinginan yang di dapatkan dari teori binomial, dan menemukan sebuah prinsip momentum dan angular momentum.

Pendapat Kepala Akademi Ilmiah Berlin tentang Newton: “Newton ialah seorang jenius besar yang pernah ada dan paling beruntung, yang tak bisa kita temukan lebih dari suatu sistem dunia untuk didirikan.”

Masa-masa Awal Isaac Newton

Newton dilahirkan di Woolsthorpe-by-Colsterworth, hamlet di county Lincolnshire lahir secara prematur, dimana saat itu bayi prematur tidak diharapkan kehadirannya di dunia. Ayahnya, Isaac, meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton, dan dua tahun kemudian ibunya, Hannah Ayscough Newton, menikah dengan lelaki lain dan meninggalkan Newton dengan neneknya. Newton pada masa kanak-kanak merupakan anak yang pintar.

Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik apoteker lokal yang bernama William Clarke. Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge pada usia 19, Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Storer menikahi orang lain. Banyak yang mengatakan bahwa dia, Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan pernah menikah.

Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The Kings School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton terlihat tidak menyukai pekerjaan barunya. Tapi pada akhirnya setelah meyakinkan keluarga dan ibunya dengan bantuan paman dan gurunya, Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.

Posted in Uncategorized